Ratusan Aplikasi Di Hapus Oleh Google

Google –  baru saja telah menghapus sedikitnya 600 aplikasi dengan iklan menggangu dari toko aplikasi miliknya yaitu PlayStore.

Baca juga : 5 Tips Merawat Komputer Dengan Baik

Tak hanya sekedar menghapusnya, pihak google juga sampai memblokir pengembang aplikasi-aplikasi nakal tersebut.

Penghapusan ratusan aplikasi dari PlayStore ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penipuan iklan seluler yang sering terjadi.

Mengutip The Verge via Tekno Liputan6.com, kebijakan Google tidak mengizinkan adanya iklan yang ditampilkan ketika aplikasi tidak digunakan serta iklan yang menipu pengguna untuk mengklik secara tidak sengaja.

Google juga mendefinisikan ulang apa itu iklan mengganggu. Menurut Senior Product Manager Google Per Bjorke, iklan mengganggu adalah “iklan yang ditampilkan ke pengguna dengan cara tak diinginkan. Itu termasuk iklan yang mengganggu fungsi perangkat.”

Batasan mengganggu antara lain adalah menutupi layar dengan iklan hingga pop-up iklan yang kerap muncul di layar saat pengguna sedang menelepon atau memakai aplikasi navigasi.

Bjorke juga mencatat, Google telah mengembangkan sebuah pendekatan berbasis machine learning untuk membantu mereka mendeteksi iklan yang tak sesuai konteks. Machine learning inilah yang membantu Google menghapus setidaknya 600 iklan mengganggu.

“Pengembang jahat memang kini lebih pintar dalam membuat iklan-iklan mengganggu. Namun kami juga mengembangkan teknologi-teknologi baru untuk melindungi pengguna dari iklan yang jahat dan mengganggu,” kata Bjorke.

Developer Asal Tiongkok
Menurut laporan yang dipublikasi BuzzFeed News, kebanyakan aplikasi jahat dibuat oleh para pengembang yang berbasis di Tiongkok, India, dan Singapura.

Parahnya, iklan-iklan mengganggu ini menyasar pengguna berbahasa Inggris.

Salah satu pengembang jahat yang tak pernah bosan membuat iklan-iklan mengganggu adalah Cheetah Mobile, sebuah perusahaan yang berbasis di Tiongkok.

Cheetah Mobile memiliki lebih dari 40 aplikasi di Play Store yang telah diblokir oleh Google.

Bjorke menyebutkan, tampaknya banyak pengembang yang melanggar dengan teknik yang sama, yaitu menghindar dari deteksi.

Namus, pihaknya tidak tahu pasti apakah penghindaran tersebut merupakan upaya yang terkoordinasi.

Google pun menyebut bakal menerapkan pengembalian uang kepada brand yang iklannya telah terdampak pop-up mengganggu.

Ini bukan pertama kalinya Google bertindak keras kepada pengembangnya. Pada bulan Juli lalu, Google menghapus pengembang Tiongkok CooTek yang memanfaatkan adware dan mengirimi iklan ke pengguna meski aplikasi tidak berjalan.

Sumber : merdeka.com