Pengguna Internet Di Indonesia Naik 10%, Jadi 171,17 Juta

Pengguna Internet Di Indonesia Naik 10%, Jadi 171,17 Juta

Pengguna Internet Di Indonesia Naik 10%, Jadi 171,17 Juta

Pengguna Internet Di Indonesia Naik 10% – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia berjumlah 171,17 juta. Jumlah ini meningkat 10,2 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 143,26 juta.

Pada hasil survei tahun sebelumnya menunjukkan angka penetrasi pengguna internet di Indonesia adalah 54,8%. Aritnya, jumlah penggunanya mencapai 143,26 juta jiwa dari total 262 juta jiwa penduduk Indonesia.

Angka peningkatan ini ditemukan APJII dalam hasil survei mengenai pengguna internet di Indonesia.

“Jadi penetrasi pengguna internet di Indonesia tahun 2018 adalah 64,8 persen naik dari 2017 yang berjumlah 54,68 persen. Kenaikan sekitar 10,12 persen dari tahun sebelumnya, atau sekitar 27 juta pengguna,” kata Sekjen APJII, Henri Kasyfi dalam perayaan ulang tahun ke-23 APJII, di Jakarta, Rabu.

Henri juga mengatakan Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kontribusi pengguna internet terbesar dengan 55 persen.

Secara rinci, Provinsi Jawa Barat berkontribusi 16,6 persen, Jawa Tengah 14,3 persen, Jawa Timur 13,5 persen. Disusul DKI Jakarta dan Banten dengan 4,7 persen dan Yogyakarta 1,5 persen.

Henri percaya bahwa pengguna internet akan terus meningkat di Indonesia dengan adanya pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Setiap tahun pengguna internet meninggkat

Henri mengatakan di era digital ini pembangunan jaringan telekomunikasi sangat krusial untuk memberikan akses internet ke orang-orang yang masih belum menggunakan internet.

“Kita pasti akan meningkat terus, kalau mungkin karena ini sudah cukup tinggi nanti mungkin peningkatannya tergantung dari infrastruktur yang nanti akanĀ  digelar tahun 2019,” pungkasnya.

Henri mengatakan masih ada 10 juta rumah yang masih belum terkoneksi internet. Menurutnya hal ini harus menjadi fokus pembangunan internet di Indonesia.

“Kalau dilihat yang sudah terjamah sebagai pengguna internet itu adalah melalui seluler, tapi kalau bicara rumah terkoneksi itu masih belum. Nah itu yang belum kita gelar. Supaya semua itu bisa terkoneksi internet ,” ucapnya.

Survei ini melibatkan 5.900 responden yang diambil dari masing-masing provinsi di Indonesia Margin of error dari survei ini sebesar 1,28 persen.
Ia mengatakan, survei yang dilakukan asosiasinya kali ini merupakan pertama kalinya yang menyasar ke masing-masing provinsi di Indonesia. Pada survei sebelumnya, APJII hanya melakukan per pulau saja. Asosiasi itu menargetkan, agar tahun depan mereka dapat melakukan survei per kabupaten.