Langkah Pemprov DKI Cegah Banjir

Langkah Pemprov DKI Cegah Banjir

Langkah Pemprov DKI Cegah Banjir

Langkah Pemprov DKI Cegah Banjir – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan dan pencegahan banjir. Langkah-langkahnya antara lain, membebaskan lahan, membangun sheet pile dan sistem polder.

Pembangunan sheet pile dan sistem polder juga akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk pembiayaannya. Ini disampaikan Riza usai meninjau sejumlah titik rawan banjir di Jakarta.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa mengambil langkah cepat sesuai arahan Pak Gubernur dalam rangka pencegahan dan penanganannya,” kata Riza dalam sebuah video yang disiarkan melalui YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, pekan lalu pihaknya sudah bertemu dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono untuk membahas langkah percepatan dan penanganan banjir di DKI Jakarta. Basuki dan jajarannya menyatakan bersedia membantu Pemprov DKI Jakarta.

Riza juga mengaku sudah bertemu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil untuk membahas hal yang sama.

“Kemudian hari ini kami akan bertemu Kementerian Bappenas. Nanti sore juga membahas percepatan pencegahan banjir di wilayah Jakarta,” sambungnya.

Rampung Tahun Ini

Setelah menemui sejumlah menteri terkait, Riza berharap penyusunan perencanaan pencegahan banjir dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) selesai bulan depan. Sehingga pengerjaan penataan aliran sungai dikerjakan dan dirampungkan tahun ini, termasuk pembangunan sheet pile serta pembebasan lahannya.

“Setelah dibebaskan dan dibangun, insya Allah warga di sini bebas banjir. Ini kan sekarang kalau airnya pasang, dia banjir. Tadi di Kedoya Utara juga setiap bulan dia merasakan banjir, paling tidak satu minggu di masa bulan purnama. Mudah-mudahan setelah dibangun, beberapa bulan ke depan sudah tidak ada banjir lagi,” kata Riza mengakhiri.

Cari Sumber Pembiayaan

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan akibat adanya pendemi Covid-19 revitalisasi lanjutan penataan Waduk Sunter akan mengalami penundaan. Rencananya paling lambat pengerjaannya dilakukan pada 2021.

“Tapi tahun ini sedang kami upayakan mencari sumber-sumber pembiayaan lain salah satunya melalui dana CSR,” kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat.

Politikus Gerindra ini menyatakan revitalisasi ini berdasarkan intruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain dapat menahan banjir, waduk juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan olahraga hingga sosial budaya.