Kerugian Jika Kamu Selalu Mendahulukan Kemarahan

Kerugian Jika Kamu Selalu Mendahulukan Kemarahan, Belajar Sabar Ya

Kerugian Jika Kamu Selalu Mendahulukan Kemarahan – Sikap yang buruk tidak pantas untuk kamu pelihara dan jangan sampai menjadi kebiasaan. Seperti suka marah adalah sikap yang harus segera dibuang. Meski marah sering terasa sebagai respons otomatis saat kamu berhadapan dengan hal-hal yang gak menyenangkan, kamu harus yakin bisa belajar mengendalikannya.

Sebab bila tidak, malah kamu yang akan disetir oleh dorongan kemarahan yang makin hari makin hebat. Sedikit-sedikit marah, bikin suasana selalu tegang dan panas. Kamu bisa berubah jika kamu mau. Mulailah perubahan itu dengan Poker Deposit Pulsa 10000 menyadari akibat buruk dari menomorsatukan kemarahan untuk dirimu sendiri berikut ini!

Perasaanmu gak pernah tenang

Mana ada orang marah-marah dengan perasaan damai? Itu dua hal yang bertolak belakang bukan? Maka makin sering kamu marah, ketenangan makin jauh dari hidupmu. Akibatnya, kamu kesulitan untuk fokus pada satu hal penting. Perasaanmu gak enak, pikiranmu melayang ke mana-mana.

Seorang pemarah kerap berpikir yang membuat mereka gusar adalah hal-hal di luar diri mereka atau orang lain. Padahal sebenarnya yang kamu butuhkan ialah membereskan kekacauan dalam diri sendiri. Kamu perlu mengoreksi pandanganmu pada berbagai hal di luar sana yang sesungguhnya baik-baik saja.

Reaksi yang berlebihan hanya akan membuatmu malu dan menyesalinya

Saat kamu di puncak kemarahan, tentu kamu gak merasa ada yang salah dengan semua perilaku atau ucapanmu. Bahkan jika kamu sampai mengeluarkan kata-kata kotor atau berbuat kalap. Namun setelahnya, kamu baru sadar jika itu tak ubahnya mempermalukan diri sendiri.

Makin tinggi kedudukan atau latar belakang pendidikan, makin mungkin kamu akan merasa malu dan menyesal. Meski kamu gak mengakuinya di depan orang lain, hati kecilmu gak bisa dibohongi. Reaksi berlebihanmu gak pantas dan seharusnya kamu lebih bisa menjaga sikap.

Ditakuti itu gak enak, yang kamu butuhkan adalah dihormati

Jangan mencampuradukkan dihormati dengan ditakuti. Itu dua hal yang amat berbeda. Sifat pemarahmu mungkin memang bikin banyak orang takut padamu. Tetapi menghormatimu? Gak. Jika kamu merasa lebih dihormati karena seringnya kamu marah, percayalah, itu cuma perasaanmu saja.

Kenyataannya, orang-orang bisa menilai kemarahanmu gak lebih dari luapan rasa frustrasimu pada diri sendiri. Atau kamu sebenarnya minim pengalaman dan kemampuan sehingga masalah apa pun ujung-ujungnya hanya kamu selesaikan dengan kemarahan.

Hubungan yang retak belum tentu dapat diperbaiki

Siapa yang rugi jika begini? Saat kamu diliputi kemarahan, kamu pasti berpikir kamu gak rugi sedikit pun. Kamu gak butuh orang yang menjadi sasaran ledakan kemarahanmu. Sayangnya, dengan sifat pemarahmu, kamu akan menciptakan konflik dengan terlalu banyak orang.

Yakin kamu gak butuh orang sebanyak itu? Sekalipun sebagian orang masih bisa bersikap baik padamu, jika ledakan kemarahanmu pernah membuat mereka begitu tersakiti, hubungan kalian gak akan bisa secair yang seharusnya. Mereka akan tetap menjaga jarak darimu untuk mengantisipasi kejadian yang sama.

Kesehatanmu bisa menjadi taruhan

Reaksi psikis dan fisik memang gak bisa dipisahkan. Orang yang sabar juga bisa sakit. Tetapi emosi yang meledak-ledak membuat kesehatanmu lebih mungkin terganggu. Coba saja pikirkan kembali. Betapa denyut jantungmu langsung melonjak ketika kamu marah.

Lehermu terasa tegang sekali dan kepalamu sakit saat kemarahanmu menjadi-jadi. Kamu juga mungkin merasakan ulu hatimu penuh atau nyeri. Bahkan kamu menjadi kerap sulit tidur karena rasa marah yang awet bertahan. Bayangkan jika hal-hal seperti ini terus terjadi. Kalau masih sayang sama diri sendiri, kurangi hobi marahmu ya?

Masalah yang dihadapi jadi berlipat

Kadang-kadang, orang yang pemarah menganggap kemarahan juga bagian dari solusi. Bukan sekadar reaksi. Ini yang membuat kemarahan selalu ada saat mereka menghadapi masalah apa pun, bahkan yang sepele. Tetapi nyatanya, kemarahanmu malah bikin segala sesuatunya jadi lebih rumit bukan?

Ayo bikin daftar masalah baru yang bisa timbul gara-gara kemarahanmu. Orang lain tersinggung, bayar ganti rugi jika kamu sampai merusak barang orang lain, berhadapan dengan masalah hukum, kena sanksi dari kantor, viral di medsos, dan seterusnya. Dengan mempertimbangkan kemungkinan masalah baru yang muncul, masih mau menuruti rasa marahmu?

Dengan kerugian sebanyak ini, belajar lebih sabar akan bagus buat dirimu sendiri bukan?