Istri Ketua RT Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain (PIL)

Istri Ketua RT Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain (PIL)

Istri Ketua RT Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain (PIL)

Kabur dari Rumah, Istri Ketua RT Nikah Siri dengan Pria Lain

Istri Ketua RT Nikah Siri dengan Pria Idaman Lain (PIL) – Memperkuat iman sangat penting bagi setiap manusia. Karena agama merupakan pondasi dalam kehidupan, agar tidak salah langkah. 

Kalau resapan agama ini sendiri lemah, maka iman pun akan gampang goyah saat melihat godaan duniawi. 

Seperti kejadian yang dibuat oleh Ketua RT Husaini (38) Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Batanghari. Ia dan ketiga anaknya harus menerima takdir, karena istrinya PP (27) telah meninggalkan rumah dan pergi dengan proa idaman lain. 

Husaini (38) Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Batanghari, Jambi kini pun harus bergantung pada seorang diri. Pasalnya, istri tercinta tercinta beranisal PP (27) meninggalkan rumah sejak awal bulan Juli 2020. 

Berdasarkan informasi ternyata istrinya kabur bersama pria selingkuhannya  berinisial YD warga asal Desa Jangga Baru, Kecamatan Bathin XXIV, Batanghari.

Menghilang dari rumah, Husaini yang juga seorang ketua RT berusaha mencari istrinya ke sana kemari. Namun kabarnya, istrinya diduga telah menikah secara siri dengan YD di Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV.

Ada pun dugaan bukti nikah siri itu kejadiankan dengan adanya surat pernyataan wali yang juga diduga dipalsukan oleh seorang inisial W. 

Ikuti Hukum Adat

Sementara YD sendiri memiliki istri bernama Siti Romla. “Dengan kejadian ini anak-anak jadi malas untuk belajar,” mereka rindu dengan ibunya, imbuh husaini.

Sementara, Romla istri YD mengatakan agar masalah ini dicapai dengan cara kekeluargaan jika memang benar yang dilakukan YD dan PP. Namun Husaini tidak akan menempuh cara kekelargaan karena langsung mengadukan kepada Ketua Lembaga Adat Batin, Datuk Arfan. 

“Kalau menurut hukum adat, harus potong seekor kerbau beserta selemak semanis untuk makan orang sekampung. Dan juga ditegakkan hukum negara,” ujar Datuk Arfan. 

Menurut Kades Jangga Baru Muhammad, jika memang hal ini terjadi hukum tetap ditegakkan. Baik itu secara resmi maupun secara negara. “Kalau memang warga saya tetap kita bisa menyelesaikan, bisa cara kekeluargaan, cara adat, dan bisa juga dengan hukum negara,” pungkasnya.