Internet – Informasi dan Media Sosial

Internet - Informasi dan Media Sosial

Internet – Informasi dan Media Sosial

Internet – Informasi dan Media Sosial – Sejak pertama kali dibuat, internet banyak sekali mengubah gaya hidup masyarakat dunia. Esensi dari internet yang sangat dekat dengan gaya hidup kita adalah kecepatan aliran informasi. Dengan internet, informasi akan sangat cepat sampai ke tangan tiap orang yang memiliki akses itu.

Masyarakat menjadi bergantung pada ini. Karena informasi adalah kunci dari ketergantungan ini, maka situs penyedia informasi seperti Wikipedia ataupun mesin pencari seperti Google menjadi sangat populer.

Inilah hal pertama yang mengubah hidup banyak orang, termasuk para introver. Informasi yang awalnya hanya melulu melalui buku-buku yang ada di rumah (yang belum tentu menarik bagi mereka), kini bisa leluasa dicari sesuai preferensi personal mereka.

Wawasan baru tidak lagi harus menunggu buku baru yang dibeli ayah yang baru pulang dari luar kota, atau buku dari ibu yang selesai merapikan dokumen lamanya semasa kuliah dulu. Memuaskan rasa penasaran hanya sejauh menggerakkan jari dan menatap layar yang terang.

Apa implikasinya?

Pembentukan kepribadian, hobi dan sudut pandang.

Sebelum ada kebebasan akses informasi itu, ketiga hal tersebut sangat mungkin terbentuk tergantung pada kondisi keluarga, apalagi jika subjek masih dalam usia belia (anak-anak atau remaja).  Jika orang tua memiliki pikiran A misalnya, anak akan sangat mungkin terbawa sudut pandang pemikiran tersebut. Ketertarikan tentang suatu topik juga. Anak mungkin akan cenderung “terpaksa” mengikuti preferensi orang tua.

Orang tua dengan profesi di bidang kesehatan misalnya, anak akan terbiasa dengan objek-objek yang berhubungan dengan bidang tersebut. Buku, alat, pembicaraan, akan membekas di benak anak. Jangan lupa, kita bicara soal anak berkepribadian introvert, yang sedikit mendapat input dari kegiatan di luar rumah.

Tentu, tidak sepenuhnya benar jika mengatakan bahwa kepribadian, hobi dan sudut pandang anak akan secara absolut mengikuti orang tua atau lingkungan keluarga mereka. Keluarga yang progresif akan mengizinkan anak berkembang sesuai ketertarikan personal mereka terhadap suatu hal.

Mungkin berkomunikasi soal buku apa yang kira-kira menarik bagi mereka untuk dibaca, bukan sekadar melestarikan preferensi keluarga ke keturunan selanjutnya tersebut. Berlaku pula pada anak, di mana mereka yang hanya “menurut” akhirnya bisa berakhir dengan keterikatan tersebut.

Bayangkan seorang anak yang jarang bergaul, terlahir dalam keluarga yang konservatif, terikat dengan norma-norma dan sudut pandang dari orang tua dan “dipaksa” untuk melakukan apa yang orang tua lakukan di zaman mereka.

Jati diri mereka didefinisikan oleh orang tua mereka. Tidak terbentuk secara natural melalui proses eksplorasi. Apa ini buruk? Tidak juga. Tidak sedikit juga yang berakhir berhasil mencapai apa yang diharapkan. Ini hanya fakta yang ada di masyarakat.

Internet menjadi alat untuk “memberontak”. Akses informasi yang sangat luas tersebut bisa dengan mudah dimanfaatkan untuk mencari apapun yang mereka ingin ketahui. Mulai dari hal sesederhana pengetahuan umum sampai ke hal-hal yang dapat membentuk karakter, bahkan cara pandang mereka terhadap dunia.