Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat tentang Kelola Sampah

Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat tentang Kelola Sampah

Di kutip dari edno23.com, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN mengambil peran melalui “Gerakan Indonesia Bersih”. Yaitu sebuah program yang mendukung Gerakan Revolusi Mental yang di canangkan Presiden Joko Widodo.

Tujuan utama dalam gerakan ini ialah menjaga kebersihan dan kelestarian alam Indonesia dengan mengurangi dampak buruk sampah bagi lingkungan sekitar.

Untuk mendukung dan melaksanakan gerakan tersebut, DWP Kementerian BUMN dan IIP BUMN membentuk sebuah Tim Gerakan Indonesia Bersih. Yang beranggotakan ibu-ibu dari DWP Kementerian BUMN dan IIP BUMN.

Salah satu kegiatan yang di jalankan ialah Program Bersih-Bersih Sungai #JagaSungaiJagaKehidupan sebagai bentuk dukungan bagi kelestarian sungai sebagai penyangga siklus kehidupan manusia.

Di kutip dari IDN Poker APK, “Sungai memiliki peran vital sebagai penyangga siklus kehidupan alam sekitar. Program ini merupakan salah satu upaya mengembalikan fungsi dan manfaat sungai bagi manusia dan alam sekitar. Sungai yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ujar Liza Erick Thohir selaku Penasihat DWP Kementerian BUMN dan Ketua Umum IIP BUMN, melalui keterangan resminya, Rabu (31/3/2021).

1. Ada dua kegiatan utama program bersih-bersih Sungai Pagarsih

Tim Gerakan Indonesia Bersih telah melaksanakan Program Bersih-Bersih Sungai #JagaSungaiJagaKehidupan di Sungai Pagarsih, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan bersih-bersih di Sungai Pagarsih ini di lakukan berupa dua kegiatan utama, yaitu edukasi pengelolaan sampah dan penataan sarana prasarana fisik di bantaran sungai.

Dalam edukasi pengolahan sampah, masyarakat di bekali pengetahuan untuk memilah sampah rumah tangga, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang sudah di pilah kemudian di olah dengan metode composting bin, yaitu pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan Maggot BSF (Black Soldier Fiy). Hasilnya dapat di manfaatkan untuk pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa di olah menjadi biogas.

“Dalam pelatihan tentang sampah kami menghadirkan Guru Besar Institut Pertanian Bogor, yaitu Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, MSc dan ibu-ibu Anggota Tim Gerakan Indonesia Bersih DWP Kementerian BUMN-IIP BUMN. Setelah pelatihan di laksanakan, monitoring dan evaluasi juga di lakukan untuk memastikan pelatihan yang di berikan dapat di terapkan dan di implementasikan oleh masyarakat,” jelas Rena Sunarso selaku Ketua Tim Gerakan Indonesia Bersih.

2. Penataan sarpras di pinggir Sungai Pagarsih di lakukan di dua lokasi

Sementara itu, penataan sarana dan prasarana (sarpras) di pinggir Sungai Pagarsih di lakukan di dua lokasi, yaitu di RW 01 Kelurahan Babakan Taragong, Kecamatan Bojong Loa Kaler, serta di RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung.

Untuk masyarakat RW 01, telah di lakukan penataan sarana dan prasarana berupa pembersihan, pengecoran, pengecatan di sepanjang bantara sungai, pembangunan wastafel, pengadaan tong sampah terpilah organik dan non-organik di 5 titik lokasi, pengadaan composting bin, pengadaan Kolam Fiber dan budi daya lele, pembuatan vertical garden di 5 titik lokasi, pengadaan urban farming, playground, dan tempat sampah untuk 100 kepala keluarga (KK).