Buat Malu Polri, Polisi ini Minta Duit Ke Turis Jepang

Buat Malu Polri, Polisi ini Minta Duit Ke Turis Jepang

Buat Malu Polri, Polisi ini Minta Duit Ke Turis Jepang

Buat Malu Polri, Polisi ini Minta Duit Ke Turis Jepang – Anggota polisi di Jembrana, Bali menjadi viral karena meminta uang Rp1 juta kepada turis Jepang. Dua anggota polisi itu memeras turis Jepang ketika sedang berkendara di Bali, dan mereka sudah diberikan tindakan tegas.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Raden Argo Yuwono, Jumat.

Ia menegaskan Polri tidak memberikan toleransi dalam bentuk apapun kepada anggota yang terbukti mencoreng nama baik institusi.

Kasus ini mencuri perhatian publik setelah terekam kamera dan kemudian viral di media sosial. Tindakan kedua polisi telah membuat Polri malu. Kejadian berlangsung di tengah upaya polisi mengembalikan kepercayaan publik.

Atas nama Polri, Argo meminta maaf kepada masyarakat. Agar kasus serupa tak terulang dan Polri bisa memberikan tindakan tegas.

Argo mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor bilamana masih menemukan ulah polisi nakal.

Setelah peristiwa itu viral di media sosial, kedua polisi nakal dipanggil. Mereka menjalani pemeriksaan oleh Seksi Propam Polres Jembrana. Mereka anggota Polsek Pekutatan: Aipda MW dan Bripka PJ.

Dari hasil tersebut, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan kejadian itu sudah berlangsung pada 2019, tepatnya di Jalan Denpasar-Gilimanuk.

Yang jelas Bisa ke disiplin dan bisa ke sidang kode etik. Dari sidang kode etik itu mungkin kemungkinan bisa dipecat dari Polri,” Ketut menambahkan.

Tilang RP 1juta

Turis asal Jepang itu dihentikan polisi di jalan raya karena masalah pada lampu depan sepeda motor.

Dalam video yang diunggah oleh akun YouTube Style Kenji  terdengar percakapan antara polisi dan turis hingga salah seorang anggota terang-terangan meminta uang Rp1 juta.

“License okey, STNK okey (SIM oke, STNK oke),” kata polisi.

“Its dead, problem (Ini (lampu) mati, masalah),” turis menjawab.

Setelah itu, oknum meminta uang Rp1 juta.  “It fourty for process… I Will help you. You pay one million, maximal one million (Ini empat puluh untuk proses… Saya akan menolong Anda. Anda bayar Rp 1 juta, maksimal Rp 1 Juta),” ujar polisi.

Terjadi negosiasi. Turis kembali mengeluarkan sembilan lembar uang masing-masing senilai Rp100 ribu. Setelah menghitung semuanya, polisi menerima.

“Okey, no problem (Oke, tidak masalah),” kata polisi, kemudian membiarkan turis pergi dengan sepeda motor.