Bantu Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Ingin Masyarakat Piknik

Bantu Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Ingin Masyarakat Piknik

Bantu Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Ingin Masyarakat Piknik

Bantu Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Ingin Masyarakat Piknik – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ingin mendorong dan mengajak masyarakat untuk mulai melakukan perjalanan wisata.

Secara bertahap, beliau ingin jumlah wisatawan domestik mulai tumbuh secara bertahap pada kuartal ketiga tahun ini.

Mari kita sama-sama mulai di Q3 ini mencoba melakukan turis domestik. Kita mulai menaikan secara bertahap sampai ke 70 persen,” kata Luhut dalam Webinar Nasional Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Jakarta.

Setiap tahunnya ada 300 juta perjalanan wisata dari turis domestik. Sebelum virus corona mewabah, turis domestik menyumbang 55 persen PDB sektor pariwisata.

Di masa pandemi ini kata Luhut muncul tren perubahan paradigma perjalanan wisata. Semula perjalanan wisata identik dilakukan secara massal, kini bergeser pada perjalanan wisata yang lebih berkualitas.

Protokol Kesehatan

Sehingga diharapkan, tempat-tempat wisata menerapkan protokol kesehatan agar wisatawan berdatangan karena tidak khawatir terpapar virus usai berlibur.

“Saya titip daerah-daerah yang akan dikunjungi betul-betul menjalankan protokol kesehatan. Ini penting sekali,” kata Luhut.

Di masa adaptasi kebiasaan baru ini juga muncul tren baru masyarakat dalam berwisata. Mereka banyak mendatangi kota penyangga yang memiliki keindahan alam.

Seperti warga Jabodetabek yang memilih berlibur ke Puncak dan Sentul yang memiliki keindahan alam dan udara lebih segar. Begitu juga dengan wilayah lainnya, Banyuwangi dan Bromo kini menjadi destinasi tujuan.

Kesembuhan tinggi

“Angka pertumbuhan sedikit, kesembuhan tinggi, meninggal sedikit itu membuat orang nyaman berkunjung ke bali,” kata dia.

Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran gubernur mengenai penerapan protokol tatanan kehidupan era baru. Dalam rangka pelaksanaan aktivitas ini harus sehat, nyaman, dan aman bagi masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Positif Corona

Hingga tanggal 21 Juli, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Bali sebanyak 2.856 orang. Ada 700 pasien (25 persen) menjalani sedang dalam perawatan.

Lebih dari 400 merupakan pasien tanpa gejala. “Yang positif ini 400 lebih tanpa gejala, hanya 220 yang berada di rumah sakit dan kami tengah menangani ini dengan baik sesuai arahan Presiden Juli lalu,” tutur Wayan.

Dia menargetkan akhir pekan ini 80 persen sembuh. Sebab, sebelum dibukanya kembali pintu pariwisata, wisatawan domestik harus percaya dan merasa nyaman berlibur di Bali selama masa pandemi.