Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko sebagai Begal Partai Politik

Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko sebagai Begal Partai Politik

Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko sebagai Begal Partai PolitikKetua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono atau  AHY beserta  34 Ketua DPD PD mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Kedatangannya menyerahkan menyerahkan sejumlah dokumen dan berkas untuk mengklarifikasi bahwa acara yang diklaim sebagai kongres biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumut tidak sah.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyindir Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebagai begal partai politik. Sebab, Moeldoko sendiri melakukan kudeta untuk mengambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono di Partai Demokrat.

“Ya sedih juga, ada orang-orang yang dengan nafsu kekuasaan yang begitu besar menjadi begal politik, begal partai. Mau-maunya jenderal bintang empat melakukan hal seperti ini,” kata Andi dalam Situs IDNPlay diskusi Polemik MNC Trijaya.

1. Andi sindir Moeldoko berusaha ambil alih partai dengan uang dan bersekongkol
Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko: Begal Partai Politik

Andi mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono sempat sedih dengan situasi yang terjadi di internal partai politiknya. Karena, SBY merasa selama 10 tahun, tidak pernah menganggu partai orang lain.

“Tiba-tiba, sekarang ini ada elemen kekuasaan yang berada di lingkaran dalam Presiden, berusaha mengambil alih partai orang lain. Dengan kekuasan dan uang bersekongkol dengan beberapa mantan dan kader yang tidak jelas laku, kemudian membuat Kongres Luar Biasa abal-abal,” ujar Dan saya.

2. Moeldoko disebut kacang lupa pada kulitnya
Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko: Begal Partai Politik

Menurutnya, KLB yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, itu tidak sesuai dengan AD / ART. Meski SBY sedih, lanjut Andi, mantan ke-6 RI itu tetap menerima Presiden dan menyebut menyesal telah mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI.

“Walau tadi malam beliau (SBY) merefleksikan juga, terkait orang semacam Moeldoko ini. Dulu, zaman Pak SBY ditempatkan pada jabatan sampai Panglima TNI. Cuma, memang kata orang Jawa, ada kacang lupa lanjaran,” tutur Andi.

3. Demokrat percayakan integritas Kemenkumham jika KLB memakai kepengurusan baru
Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko: Begal Partai Politik

Saat ini, lanjut Andi, Partai Demokrat hanya menunggu pihak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan persetujuan KLB yang mengatasnamakan Partai Demokrat itu menunggu kepengurusan baru. Sebab, hingga kini nama AHY masih tertulis sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Saya sih, masih percaya teman-teman di Kemenkum HAM, termasuk Menteri Yasonna bisa menjaga integritasnya untuk melihat secara jernih apakah syarat-syarat untuk melakukan KLB telah dipenuhi sesuai AD / ART yang tercantum dalam lembaran negara sekarang,” katanya.

“Nah, kalau itu tidak memenuhi syarat, seharusnya ditolak pendaftarannya dan biarlah mereka menjadi gerombolan hantu blao yang tidak memiliki keabsahan jelas,” lanjut Andi lagi.

4. Polemik kepemimpinan Demokrat, antara AHY dan Moeldoko
Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko: Begal Partai Politik

Perseteruan perebutan kursi pimpinan Partai Demokrat antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko semakin menjadi sorotan publik. Polemik tersebut muncul ketika AHY mulai menyebut ada orang di lingkar Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang ingin melakukan kudeta kepemimpinannya di Partai Demokrat.

Lalu, isu nama Moeldoko mulai muncul setelah Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan tersebut. Dalam tudingan yang muncul dari para kader Partai Demokrat terhadapnya, Moeldoko sempat membantah merencanakan kudeta kepemimpinan AHY.

Kemudian, situasi yang lebih panas setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, memutuskan Moeldoko menjadi ketua umum partai yang digawangi AHY itu. Moeldoko juga mengambil foto dari KLB yang mengangkatnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB melalui sambungan telepon.