Aksi Penolakan TKA China di Kendari Berujung Bentrok

Aksi Penolakan TKA China di Kendari Berujung Bentrok

 

Aksi Penolakan TKA China di Kendari Berujung Bentrok

Aksi penolakan TKA China di Kendari Berujung Bentrok   –  Massa yang menolak kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China bentrok dengan aparat kepolisian di pintu masuk Bandara Haluole Kendari, Sulawesi Tenggara, sekitar pukul 23.10 Wita, Selasa .

Massa banyak datang di simpang empat Desa Ambeipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan dari pagi itu awalnya membakar ban sekitar pukul 21.45 Wita. Mereka juga terus berorasi menolak kedatangan TKA China.

Kericuhan  mulai terlihat setelah sejumlah truk Brimob Polda Sultra yang membawa pasukan melintas di depan massa aksi. Polisi juga sempat mengingatkan massa agar meninggalkan lokasi karena sudah larut malam.

Tetapi, massa bertahan dan menunggu kehadiran Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdur Rahman Saleh, yang berada di dalam bandara memantau langsung kedatangan 156 TKA asal Tiongkok.

Sampai hampir tengah malam, Abdur Rahman, termasuk rombongan TKA China tak kunjung lewat simpang empat lokasi demonstrasi. Ternyata TKA China dan rombongan Abdur Rahman melewati jalan pintas Bandara Haluoleo.

Jalan itu masuk wilayah Pangkalan Udara Haluoleo dan keluar di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Biasanya, jalan itu dibuka hanya keperluan tertentu. Tetapi kali ini digunakan untuk mengevakuasi TKA China menuju Morosi, Kabupaten Konawe.

Karena merasa dibohongi, massa aksi langsung memanas dan melempari aparat kepolisian yang berjaga dengan batu dan balok kayu.

Aparat kepolisian membalas dengan menyemprotkan air dari mobil water canon dan tembakan gas air mata. Aparat berhasil membuat mundur massa.

Sebanyak 156 TKA China sudah mendarat menggunakan maskapai Lion Air pukul 20.30 Wita. Mereka terbang dari Ghuangzou China lalu ke Malaysia. Selanjutnya rombongan TKA China ini tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado dan melanjutkan ke Bandara Haluoleo.

Usai turun dari pesawat, para TKA China melewati pintu keluar khusus. Dengan pengawalan ketat aparat, para TKA ini dibariskan satu persatu lalu masuk dalam mobil sedan.

Setiap mobil mengangkut enam orang TKA China dikawal satu orang aparat. Tak ada pemeriksaan terhadap identitas para TKA itu.

Kedatangan 500 TKA China ke Kabupaten Konawe direncanakan sebanyak tiga gelombang. Pada gelombang pertama sebanyak 156 orang. Gelombang kedua dan ketiga rencananya tiba pada akhir bulan ini.

External Affair Manager PT VDNI Indrayanto mengaku 500 TKA ini semua tenaga ahli dan memiliki visa kerja 312 dan buka visa kunjungan 211.

Indrayanto menyampaikan 500 TKA ini sudah dipastikan kondisi kesehatan bebas dari Covid-19. Bahkan pihak perusahaan sudah menyiapkan tempat untuk dikarantina selama 14 hari.