Ada Calon Independen Lawan Gibran di Solo, PDIP: Demokrasi Berjalan Baik

Ada Calon Independen Lawan Gibran di Solo, PDIP: Demokrasi Berjalan Baik

Ada Calon Independen Lawan Gibran di Solo, PDIP: Demokrasi Berjalan Baik

Ada Calon Independen Lawan Gibran di Solo, PDIP: Demokrasi Berjalan Baik – PDIP menanggapi positif adanya calon independen yang akan maju melawan pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Pilkada Solo. Adanya calon independen ini dinilai menandakan demokrasi di Solo berjalan dengan baik.

Berkaitan dengan calon independen, ini adalah proses demokrasi. Ketika di Kota Solo ada calon independen dan syarat menjadi calon independen itu tidak mudah, harus mendapatkan dukungan representasi dari pemilih yang ada di Kota Surakarta.

Maka ini menjadi sebuah cermin bahwa proses demokratisasi tetap berjalan dengan baik di Kota Solo meskipun Mas Gibran anak seorang presiden.

Hasto juga menjawab soal ‘serangan’ isu politik dinasti yang kerap ditujukan kepada PDIP. Hasto mengatakan pihaknya lebih memilih mengedepankan aspek kepemimpinan dan kinerja dibandingkan menanggapi tudingan itu.

“Masyarakat pada akhirnya melihat bahwa di dalam berbagai tuduhan-tuduhan terkait dengan politik dinasti, aspek-aspek kepemimpinan, aspek kinerja, aspek terhadap berbagai program yang ditawarkan oleh calon pemimpin, itu yang tetap menjadi dominan, dan menjadi preferensi dari masyarakat untuk memilih,” ujar Hasto.

Proses Verifikasi

Oleh karena itu, kami percaya bahwa isu-isu tersebut akan menjadi bagian dari dialektika politik yang menyempurnakan seluruh rasionalitas publik itu.

Bagi PDI Perjuangan, kami melihat sebuah realitas yang hidup bahwa kaderisasi politik memang mulai dari keluarga. Dan itu bukan fenomena tunggal. Bagi PDI Perjuangan, itu terjadi di banyak partai, hampir di seluruh partai politik,” imbuhnya.

Menurut Hasto, proses mempersiapkan kader menjadi pemimpin juga penting bagi PDIP. Karena itulah, Hasto mengatakan PDIP akan menggembleng para calon, termasuk Gibran, di sekolah kepala daerah PDIP untuk membekali mereka soal tata kelola pemerintahan.

Sebelumnya diberitakan, pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) akan maju sebagai calon independen dan menantang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

Namun pencalonan Bajo terkendala proses verifikasi faktual dan masih kekurangan 14 ribu lebih dukungan.

Dalam rapat pleno tingkat Kota Solo, KPU Solo menyebutkan sebanyak 7.241 berkas dukungan Bajo tidak memenuhi syarat. Ketua KPU Solo Nurul Sutarti mengatakan Bajo harus mengganti berkas dukungan itu sebanyak dua kali lipat.

Artinya, Bajo harus mengumpulkan lagi sebanyak 14.482 berkas dukungan. Hari ini kita bacakan hasil verifikasi faktual Bajo, hasilnya ada 7.241 berkas tidak memenuhi syarat. Mereka harus menggantinya dengan 14.482 dukungan.